Rabu, 04 Juni 2014

Tugas Media Pembelajaran



MAKALAH

Tentang
MODEL PEMBELAJARAN ASSURE


Mata Kuliah Media Pembelajaran
Dosen Pembimbing DR. Indrati Kusumaningrum, M. Pd.



Disusun oleh
WELI YUNIARTI
1203708










PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA (S2)
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

BAB I
TEORI MEDIA

A.     Teori pembelajaran   
Belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku, akibat interaksi individu dengan lingkungan. Individu dapat dikatakan telah mengalami proses belajar, meskipun pada dirinya hanya ada perubahan dalam kecendrungan prilaku (De Cecco& Crawford, 1977 dalam Ali, 2000: 14). Perubahan prilaku tersebut mencangkup pengetahuan pemahaman, keterampilan, sikap, an sebagainya yang dapat maupun tidak diamati.
Berbagai upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan guru memegang peranan yang sangat penting atau guru merupakan ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan juga tidak terlepas dengan mutu pembelajaran yang dilakukan. Menurut Chusniyati (2005) bahwa untuk melakukan reformasi pendidikan secara efektif harus ada restrukturisasi model-model pembelajaran setiap guru dituntut memiliki persiapan yang matang, perencanaan pembelajaran yang sistematis dan aplikatif serta semua tindakan guru harus terukur dengan baik, agar tidak salah dalam mengajar. Dalam psikologi dan pendidikan , pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional, dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan-perubahan pengetahuan satu, keterampilan, nilai, dan pandangan dunia (Illeris, 2000; Ormorod, 1995). Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar berlangsung. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar.Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang  belajar, sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. (Wikipedia).
Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme,  teori belajar kognitivisme, dan  teori belajar konstruktivisme.  Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep. Sedangkan kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengantar atau pengirim ke penerima pesan ( Sadiman, dkk, 2002:6). Ada beberapa defenisi mediapembelajaran Heinich (Hendriana, 2005: 12) mengemukakan bahwa “Media secara harfiah yang berarti perantara sumber pesan dengan penerima pesan”. Gagne (Sadiman, 2003: 6) menyatakan bahwa “media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar”. Berdasarkan perkembangan yang terjadi, jumlah dan jenis media pembelajaran yang ada pada saat ini sangat banyak dan bervariasi baik berupa media yang sengaja dirancang (by design) maupun yang tidak dirancang secara khusus namun dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran (by utilization)
Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, agar mencapai hasil yang optimal seharusnya dilakukan secara terencana. Seperti yang dikemukakan oleh Heinich (1996) bahwa jika akan menggunakan media dan teknologi secara efektif, maka harus merencanakan secara sistematis untuk menggunakannya. Untuk merencanakan proses pembelajaran tentu harus melalui tahap-tahap atau langkah-langkah yang baik agar proses pembelajaran yang dilakukan berhasil secara optimal. Seperti yang dikemukakan oleh Heinich (1996) bahwa Model ASSUREadalah pedoman untuk langkah-langkah dalam proses perencanaan. Dalam makalah ini akan diuraikan enam langkah model ASSURE dalam merencanakan proses pembelajaran, selain itu akan  disajikan contoh perencanaan pembelajaran berdasarkan langkah langkah pada ASSURE

B TUJUAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini:
  1. Agar mahasiswa mengetahui Model ASSURE sebagai langkah-langkah yang sistematis dalam menggunakan media.
  2. Agar mahasiswa menerapkan Model ASSURE dalam merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.

C. MANFAAT
Makalah ini diharapkan memberikan manfaat:
  1. Manfaat Teoritis
Bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam mengembangkan pemikiran tentang model desain pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Instalasi Local Area Network (LAN).
  1. Manfaat Praktis
a.       Memberikan kontribusi praktis atau sebagai bahan masukan bagi SMKN 1 Gunung Talang dalam bentuk inovasi dalam mendesain pembelajaran yang lebih baik dan apresiatif.
b.      Memberikan masukan bagi guru, sebagai peningkatan profesionalismenya untuk mendesain pembelajaran dengan model yang tepat dalam proses pembelajaran di kelas, dimana tugas guru tidak sekedar menyampaikan materi, tapi berupaya membangun sebuah desain pembelajaran yang baik dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa.
c.       Hasil penelitian ini nantinya juga diharapkan dapat bermanfaat untuk memperoleh data awal dalam pengembangan penelitian sejenis dan menambah wawasan penelitian bagi peneliti dalam mendesain pembelajaran, sehingga pembelajaran yang peneliti lakukan lebih bermakna.







BAB II
PENDEKATAN ASSURE

1.      Analyze Learner (Analisis Siswa)
Langkah pertama untuk merencanakan secara sistematis dalam menggunakan media adalah analisis siswa, menurut Heinich (1996) siswa dapat dianalisis menyangkut (1) karakteristik umum siswa, (2) kompetensi khusus (pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa), (3) gaya belajar siswa.
a.         Karakteristik umum
Menurut Heinich (1996) yang termasuk karakteristik umum adalah umur, tingkat kemampuan, faktor budaya atau sosial ekonomi. Biasanya analisis awal dari karakteristik siswa dapat membantu dalam menyeleksi metode dan media pembelajaran.
Sebagai guru mata pelajaran Instalasi Local Area Network (LAN) di SMKN 1 Gunung Talang, saya  mengajar di kelas X dengan karakteristik umum siswanya seperti pada tabel berikut ini:
KELAS
JUMLAH SISWA
USIA
RATA-RATA
KEMAMPUAN AWAL RATA-RATA
KKM
X TKJ A
29
16 s/d 18 Thn
55– 80
70
X TKJ B
29
16 s/d 18 Thn
60 – 80
70
X TKJ C
30
16 s/d 18 Thn
50 – 85
70

Dari tabel diatas, sebagian siswa kelas X TKJ A, X TKJ B, X TKJ C telah menunjukkan hasil belajarnya belum mencapai KKM, sementara yang lainnya hasil belajarnya sudah diatas rata-rata  KKM. Para siswa berasal dari kalangan sosial ekonomi menegah kebawah dan menengah.Umumnya, para siswa berprilaku bagus/baik, tetapi mereka  memperlihatkan kurangnya ketertarikan dalam belajar Instalasi Local Area Network (LAN)karena kebanyakan siswa tersebut banyak membantu orang tua dirumah sehingga kurangnya motivasi terhadap belajar matemati kaketika  aktivitas berorientasi pada buku teks dan tugas dibangku kelas.
            Contoh siswa dengan keterampilan membaca di bawah standar  tujuan pembelajaran  dapat dicapai. dicapai lebih efektif dengan media non tulis (non-print media). Jika siswa tidak bersemangat terhadap materi pembelajaran adalah suatu masalah, pertimbangan menggunakan pendekatan pembelajaran dengan stimulus lebih tinggi seperti video tape atau simulasi game.
Memberikan siswa sebuah konsep baru untuk pertama kali membutuhkan media secara langsung, secara konkret dari pengalaman seperti field trips (studi komprehensif) atau latihan bermain peran (seperti pada Dale’s Cone (kerucut Dale)). Lebih lanjut siswa biasanya mempunyai dasar yang cukup  untuk menggunakan Audiovisual .
Untuk kelas heterogen, yang siswanya sangat beragam di dalam pengalaman konsepnya atau pengalaman yang dekat tentang topik, lebih baik jika menggunakan pengalamanaudiovisual seperti videotape atau media presentasi yang membantu memberikan pengalaman umum yang dapat dibentuk dalam kelompok diskusi dan studi secara individual.
2. Kompetensi Khusus
Menurut Heinich (1996) yang termasuk kompetensi khusus adalah pengetahuan dan keterampilan bahwa siswa memiliki atau kurang dalam hal: keterampilan prasyarat, sasaran keterampilan, dan sikap.
Hal ini juga didukung oleh Gagne (dalam http://www.my-rummy.com/Kanak-kanak_belajar_matematik.html ) bahwa Gagne mempunyai hierarki pembelajaran. antaranya ialah pembelajaran melalui isyarat, pembelajaran tindak balas rangsangan, pembelajaran melalui rantaian, pembelajaran melalui pembedaan dan sebagainya. Menurut Gagne, peringkat yang tertinggi dalam pembelajaran ialah penyelesaian masalah. Pada peringkat ini, pelajar menggunakan konsep dan prinsip-prinsip Instalasi Local Area Network (LAN)yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah yang belum pernah dialami.
Hal di atas menunjukkan pentingnya pengetahuan prasyarat siswa untuk mempelajari materi berikutnya, apakah siswa sudah siap untuk mempelajari materi berikutnya, hal ini perlu dianalisis oleh guru. Dalam pembelajaran di kelas X ini para siswa dapat melakukan:
§  Menjelaskan sejarah perkembangan jaringan komputer dan prinsip komunikasi data
§  Dapat memahami arti dan fungsi IP Address dan komunikasi antar host
§  Memahami pembagian IP Address kedalam beberapa kelas dan dpt mengkonversikan bilangan biner ke desimal dan sebaliknya
§  Menjelaskan perbedaan LAN, MAN dan WAN
§  Menjelaskan jenis-jenis topologi jaringan (berdasarkan fisik dan berdasarkan logikal)
3. Gaya Belajar
Menurut Heinich (2008) bahwa faktor ketiga untuk analisis siswa adalah gaya belajar, menyangkut sifat psikologi yang berdampak bagaimana kita menerima dan merespon stimulus yang berbeda seperti keinginan, sikap, pilihan visual (melihat) atau audio (mendengar).
Menurut Gagne (dalam Heinich, 1996) bahwa 7 aspek intelegensi: (1)  verbal / linguistic (bahasa), (2) logika / Instalasi Local Area Network (LAN)(saint/kuatitatif), (3) visual/spasial, (4)  musik atau irama, (5) kinestetik, (6) interpersonal (kemampuan memahami orang lain), (7) intrapersonal (kemampuan memahami diri sendiri). Menurut Heinich (1996) bahwa teori Gagne ini berimplikasi bahwa guru, perencana kurikulum, dan ahli media pembelajaran bekerja sama untuk mendesain kurikulum.
Menurut Heinich (1996) bahwa varibel gaya belajar dapat dikategorikan sebagai:
1.  Pilihan persepsi dan kekuatan
Hal ini terutama menyangkut kebiasan audio (mendengar), visual (melihat) dan kinestetik (gerak).  Guru harus mengidentifikasi siswa tentang kekuatan atau kebiasaannya dalam belajar.
2.   Kebiasaan memproses informasi
Hal ini behubungan dengan bagaimana individual cenderung dalam proses kognitif  dari informasi. Model Gregorc “ Mind Style” mengelompokkan siswa berdasarkan kebiasaan gaya berpikir konkret versus abstrak dan random versus berurutan.

3.  Faktor Motivasi
Ini menyangkut  keinginan dari siswa, motivasi internal atau eksternal, motivasi berprestasi, motivasi sosial, kompetitif. Guru harus mengidentifikasi tentang motivasi siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
4.  Faktor Psikologi
Hal ini dihubungkan dengan perbedaan gender (jenis kelamin), kesehatan, kondisi lingkungan yang akan berakibat proses pembelajaran terjadi secara efektif. Dari pengalaman saya mengajar di SMKN 1 Gunung Talang,  bahwa para siswa sepertinya paling baik belajar dari kegiatan-kegiatan yang menggabungkan penggunaan teknologi dan media agar proses kegiatan belajar dan mengajar dikelas dapat lebih aktif. Menggunakan power point yang menggunakan animasi akan memberikan motivasi instrisik terhadap siswa. Para siswa berbeda-beda ekspresi mereka, dimana sebagian mereka lebih aktif dan menginginkan menuangkan gagasan mereka dalam bentuk teks tertulis, membuat animasi sementara yang lainnya menginginkan belajar dalam lingkungan yang menyenangkan. Oleh sebab itu saya akan menyajikam pembelajaran Instalasi Local Area Network (LAN) dengan menggunakan Power point Beranimasi.

C.     State Objective (Menentukan Tujuan)
Langkah  kedua Model ASSURE adalah menentukan tujuan secara spesifik mungkin. Menurut Heinich (1996) bahwa ABCD adalah baik untuk menentukan tujuan pembelajaran, yaitu (1) A (Audience) atau siswa, yaitu apa yang bisa dilakukan oleh siswa setelah pembelajaran. Contoh siswa kelas X SMK (audience). (2) B (Behavior) atau tingkah laku, yaitu kata kerja operasional yang menggambarkan kemampuan siswa (audience) setelah pembelajaran, contoh mengetahui, menyusun, menghitung, mendefinisikan, (3) C (Condition) atau kondisi, yaitu pernyataan dari tujuan  yang menyatakan performance (pelaksanaan) yang dapat diobservasi. Contoh : dengan diberikan gambar lingkaran danrumus (condition) siswa (audience) dapat menentukan unsur-unsur lingkaran dan keliling lingkaran (behavior) dengan tepat (degree), (4) D (degree) atau tingkat (derajat), yaitu menyatakan standar atau kriteria. Contoh: siswa (audience) dapat menentukan sudut lingkaran (behavior) jika diberikan diameter yang berbeda (condition) dengan tepat (degree).
Menurut Heinich (1996) bahwa tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotor.
Mata pelajaran Instalasi Local Area Network (LAN)bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.  Memahami konsep Instalasi Local Area Network (LAN), menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
2.  Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi Instalasi Local Area Network (LAN)dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  Instalasi Local Area Network (LAN)
3.  Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model Instalasi Local Area Network (LAN), menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4.  Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5.  Memiliki sikap menghargai kegunaan Instalasi Local Area Network (LAN)dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari Instalasi Local Area Network (LAN), serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
6.  Menggunakan Instalasi Local Area Network (LAN)dalam kehidupan sehari-hari

D.     Select Methods, Media, and Materials (Memilih Metode, Media dan Materi)
Langkah ketiga Model ASSURE adalah memilih metode, media dan materi. Setelah mengidentifikasi siswa dan menentukan tujuan, berarti telah membuat titik awal (pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa) dan titik akhir (tujuan) dari pembelajaran. Pada langkah ini adalah menghubungkan antara kedua titik dengan memilih metode yang tepat dan format media, kemudian memutuskan materi yang dipilih untuk diimplementasikan. Perencanaan sistmatis untuk menggunakan media tentu menuntut metode, media dan materi dipilih secara sietmatis. Proses pemilihan mempunyai 3 langkah, yaitu (1) memutuskan metode yang tepat untuk memberikan tugas pembelajaran, (2) memilih format media yang sesuai untuk melaksanakan metode.  (3) memilih, memodifikasi dan mendesain materi secara spesifik. Untuk memutuskan materi yang akan diimplementasikan ada tiga pilihan: (1) memilih materi yang tersedia, (2) memodifikasi materi yang ada, (3) mendesain materi baru.
Memilih metode
Memilih metode merupakan hal yang utama untuk semua hal yang lain yang memungkinkan pembelajaran akan berjalan baik. Suatu pembelajaran akan memungkinkan dua atau lebih metode untuk beberapa tujuan yang berbeda di dalam proses pembelajaran.di dalam pembelajaran Instalasi Local Area Network (LAN)ini saya menggunakan metode demonstrasi untuk mempresentasikan informasi baru, dan metode latihan (drill-and-practice) untuk memberikan keterampilan baru dan menggunakan metode penugasan berstruktur untuk melayani siswa dengan gaya belajar yang berbeda, untuk mengikuti latihan secara individu melalui metode yang berbeda (seperti untuk kebiasaan berpikir “ abstract random” menggunakan simulasi bermain peran, jika “concret sequential” menggunakan struktur pemecahan masalah).
Memilih Format Media
Format media adalah bentuk fisik yang bagaimana pesan disampaikan dan ditunjukkan. Sebagai contoh flip charts (diagram berupa gambar atau teks), slide (gambar yang diproyeksikan, seperti media presentasi power point) (lampiran makalah ini,penulis membuat format media menggambar lingkaran berupa animasi karena lingkaran menyatakan pergerakan (memiliki nilai dan arah), audio (suara dan musik), film (gambar bergerak pada layar), video (gambar bergerak seperti pada TV), dan komputer multimedia (grafik, teks, gambar bergerak seperti pada TV). Sebagai panduan untuk memilih media menurut Heinich (1996) menggunakan “media selection model” yang biasanya berbentuk flowcharts (diagram alir) atau checklist. Yang paling banyak di dalam model memilih media pembelajaran berdasarkan dengan situasi atau pengaturan (seperti kelompok besar,kelompok kecil, atau pembelajaran individu), untuk variebel siswa (bisa membaca, tidak bisa membaca, atau lebih cenderung mendengar), tujuan (kognitif, afektif psikomotor, atau interpersonal), harus dipertimbangkan juga kemampuan presentasi dari masing-masing format media (seperti visual, visual bergerak, kata-kata (teks), atau kata-kata verbal). Dalam pembelajaran ini saya menggunakan  kabel UTP untuk memasang jaringan LAN.
E.     Utilize Media and Material (Menggunakan Media dan Mater)
 Menurut Heinich (1996) direkomendasikan prosedur menggunakan berdasarkan pada penelitian luas, dan mengikuti langkah “5P” yang pembelajarannya berbasis guru atau berpusat pada siswa. “5P” tersebut. Dalam memilih teknologi dan media yaitu media pembelajaran berbasis komputer  (power point beranimasi)  menggunakan panduan-panduan untuk menilai kesesuaian pemilihan teknologi dan media:
a.       Penyelarasan  dengan standar (SK,KD), hasil, dan tujuan menyedikan alat-alat  yang diperlukan bagi siswa untuk memenuhi tujuan belajar.
b.      Bahasa yang sesuai umur kelas  siswa kelas X (Umum).
c.       Tingkat ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam media itu sendiri agar lebih aktif.
d.      Kualitas teknis dan aplikasinya dalam menggunakan power point animasi.
e.       Panduan dan arahan pengguna power point.
1. Preview the Materials (Meninjau Materi)
Selama proses seleksi,  materi yang tepat untuk siswa dan sesuai tujuan. Disini untuk Instalasi Local Area Network (LAN)SMKN 1Gunung Talang terutama kelas saya mengajar menggunakan Powerpoint animasi untuk materi lingkaran. Meskipun menggunakan power point yang menggunakan animasi ,saya seharusnya meninjaunya kembali agar terlaksana dengan baik.
2. Prepare Materials (Menyiapkan Materi)
Selanjutnya saya sebagai guru mata pelajaran Instalasi Local Area Network (LAN)mempersiapkan media dan materi untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran dikelas. Materi untuk mata pelajaran ini meliputi lembar tugas siswa yang dibuat guru yang menjelaskan rincian materi yang spesifik, latihan soal-soal dan tugas, dan membuat rangkuman dan  refleksi di   akhir pembelajaran.
3. Prepare the Environmental (Menyiapkan Lingkungan)
Pembelajaran dapat dilakukan di ruang kelas, dilaboratorium, atau pusat media atau di lapangan, fasilitas-fasilitas harus disusun untuk memudahkan siswa menggunakan materi dan media.
4. Prepare the Learner (Menyiapkan Siswa)
Agar proses belajar mengajar dikelas berjalan dengan lancar, maka perlu menyiapkan para siswa atau pembelajar yang meliputi:
a.       Memberi salam dan berdo’a
b.      Mengingatkan siswa akan kesiapan untuk memulai mata pelajaran .
c.       Mengabsen  siswa diawal pembelajaran
d.      Melihat kelengkapan alat-alat yang dibutuhkan untuk pembelajaran
e.       Memberikan lembaran kerja siswa yang dibuat oleh guru
f.       Mengatur tempat duduk siswa yang bervariasi terutama dalam berkelompok.
5. Prepare the Learning Experience (Menyiapkan Pengalaman Pembelajaran)
Disini saya menyiapkan pengalaman pembelajaran. Dimana dalam proses belajar mengajar dikelas berpusat pada siswa, guru harus berperan sebagai fasilitator, membantu siswa untuk mengeksplorasi materi, mendiskusikan isi materi, menyiapkan materi seperti fortopolio, atau mempresentasikan dengan teman sekelas mereka.
F.     Require Leaner Participation (Membutuhkan Partisipasi Siswa)
Guru seharusnya merealisasikan partisipasi aktif  dari siswa di dalam proses pembelajaran. Menurut Jhon Dewey (dalam Heinich, 1996) berargumentasi bahwa reorganisasi dari kurikulum dan pembelajaran untuk membuat siswa berpartisipasi sebagai pusat bagian proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran Instalasi Local Area Network (LAN)dikelas X ini, Para siswa secara kelompok memperhatikan pembelajaran berlangsung, dan memperhatikan tayangan pembelajaran melalui power point beranimasi dan siswa bertanya jika ada yang kurang dimengerti dan dijawab oleh yang mempresentasikan,  kemudian  sebagai umpan balik siswa mengerjakan tugas yang dibuat guru, dan dikerjakan secara berkelompok, dan salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi tugas tersebut, sedangkan kelompok lain merespon dan menanggapi presentasi tersebut. Dalam pembelajaran tersebut ada mengalami kesulitan maka peran guru disini sebagai fasilitator.
G.    Evaluate and Revise (Evaluasi dan Revisi)
Komponen akhir dari Model ASSURE adalah melihat keefektifan pembelajaran , yaitu dengan mengevaluasi dan merevisi. Menurut Heinich (1996) bahwa Evaluasi dan Revisi merupakan komponen yang sangat penting untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Ada beberapa tujuan evaluasi, yaitu sebagai penilaian prestasi siswa, dan juga untuk mengevaluasi media dan metode.
Meskipun evaluasi dilakukan di akhir,tetapi evaluasi berlangsung terus selama proses pembelajaran. Evaluasi bukan akhir dari pembelajaran. Itu adalah titik awal berikutnya dan berlangsung terus dalam siklus Model ASSURE.
Disini setelah melakukan pembelajaran Instalasi Local Area Network (LAN)dikelas X, saya memberikan penilaian berupa:
a.    Kognitif
1)      Penilaian harian (latihan, PR dan ulangan)
2)      Nilai ujian tengah semester
3)      Nilai ujian semester
b.     Afektif
1)      Aktif dalam pembelajaran
2)      Dapat bekerja sama dalam kelompok
3)      Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan guru
Rentang skor
Tinggi: 86 -100 ( A)
Sedang: 76 – 85 (B)
Rendah: >56 (C)


BAB III
RENCANA  PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 ( R P P )
Satuan Pendidikan                : SMK N 1 Gunung Talang
Program Diklat                      : Instalasi Local Area Network (LAN)
Kompetensi Keahlian            : Teknik Komputer dan Jaringan
Kelas/Semester                       : XI / 2
Pertemuan                              : 2 x pertemuan

     I.          Standar Kompetensi    : Membuat disain jaringan lokal (LAN)
  II.     Kompetensi Dasar          : Menentukan Persyaratan Pengguna
III.   Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
§ Menguraikan persyaratan segmen client jaringan
§ Memahami konsep protokol jaringan, IP Address dan Subnetting
§ Mengidentifikasi jenis-jenis topologi jaringan (berdasarkan fisik dan berdasarkan logikal)
§ Memahami media transmisi dalam jaringan
§  Jujur
§  Disiplin
§  Kerja keras
§  Mandiri
§  Religius
IV. Tujuan Pembelajaran    : Setelah mengikuti rangkaian proses pembelajaran
                                                  diharapkan siswa dapat:
                                                  Pertemuan kesatu (5 jam pelajaran)

§  Menjelaskan sejarah perkembangan jaringan komputer dan prinsip komunikasi data
§  Dapat memahami arti dan fungsi IP Address dan komunikasi antar host
§  Memahami pembagian IP Address kedalam beberapa kelas dan dpt mengkonversikan bilangan biner ke desimal dan sebaliknya
§  Menjelaskan perbedaan LAN, MAN dan WAN
§  Menjelaskan jenis-jenis topologi jaringan (berdasarkan fisik dan berdasarkan logikal)
Pertemuan kedua (5 jam pelajaran)
§  Mengetahui dan menjelaskan media transmisi jaringan
§  mampu mempraktekkan instalasi kabel UTP pada jaringan ethernet dengan menggunakan konektor RJ-45.
V.       Materi Pembelajaran     :

§  Konsep jaringan komputer : protokol jaringan, arsitektur jaringan, IP Address dsb.
§  Media transmisi dalam jaringan
VI.    Alokasi waktu                 : 10 jam pelajaran x 40 menit ( 2 x pertemuan)

VII. Metode Pembelajaran               :

§  Teori
§  Tanya jawab
§  Diskusi/praktik (berkelompok)
§  Penugasan
VIII. Kegiatan Pembelajaran          :
Pertemuan ke 1
TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Waktu
PEMBUKA
(Apersepsi)
§  Salam, berdo’a
§  Menyampaikan judul atau topic pembelajaran serta tujuannya (setelah belajar materi ini kamu dapat….)
§  Motivasi : Menjelaskan keuntungan dan kemudahan yang diperoleh setelah membuat jaringan computer
·      Religius

15 mnt
INTI
& Eksplorasi
§  Siswa mencermati modul
§  Guru memberi informasi tentang konsep dasar jaringan komputer
§  Guru memberi informasi tentang perbedaan LAN, MAN dan WAN serta topologi jaringan
§  Guru memberi informasi tentang protokol jaringan
§  Siswa menguraikan konsep dasar dan pengalamatan IP
& Elaborasi
§  Siswa melakukan beberapa latihan untuk dapat mengkonversikan IP Address dari biner ke desimal dan sebaliknya
§  Siswa membahas soal tentang konsep subnetting
§  Siswa bertanya jawab tentang jaringan komputer
& Konfirmasi
§  Guru memberikan penguatan terhadap jawaban yang benar.
·   Disiplin
·   Kerja keras

175
PENUTUP
(Internalisasi dan persepsi)
§  Refleksi dan menyimpulkan pelajaran
§  Evaluasi (lisan)
·      Kreatif
10

Pertemuan ke 2
TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Waktu
PEMBUKA
(Apersepsi)
§  Salam, berdo’a
§  Absensi
§  Memberikan kuis pelajaran minggu lalu (2 butir soal)
§  Guru membagikan jobsheet
§  Mempersiapkan komponen yang dibutuhkan
§  Informasi umum tentang materi yang harus dikuasai
·      Religius

15
INTI
& Eksplorasi
§  Memberikan informasi tentang media transmisi jaringan
§  Siswa duduk berkelompok kemudian mengidentifikasi jenis media transmisi dalam jaringan
& Elaborasi
  • Siswa praktik menginstalasi kabel UTP  dg conector Rj 45
  • Siswa praktik memasang konektor pada jaringan..
  • Memotong kabel jaringan sesuai dengan keperluan dan panjang maksimal yg ditentukan
  • Mengupas kabel  sesuai dengan ukuran konektor
  • Memasang  konektor pada kabel sesuai dengan standar urutan warna dengan peralatan yang sesuai
  • Menguji konektivitas antar pin pada kedua konektor yang berada di ujung kabel
  • Siswa bertanya jawab
& Konfirmasi
§  Guru memberikan penguatan.
·   Disiplin
·   Kerja keras
·   Kreatif
·   Jujur

175
PENUTUP
(Internalisasi dan persepsi)
  • Refleksi dan Menyimpulkan pelajaran
  • bersyukur

·      Kreatif
10

IX.        Penilaian Hasil Belajar
A.    Penilaian Praktik (Psikomotor)
Jenis tagihan          : Unjuk kerja
Instrumen penilaian
NO
ASPEK YANG DINILAI
INDIKATOR KEBERHASILAN

YA
TIDAK
7
8
9
1
2
3
4
5
6
7
1
Memotong dan mengupas kabel, serta memasang konektor pada kabel jaringan
1. Siswa mampu memotong dan mengupas kabel serta memasang konektor pada kabel jaringan dengan benar waktu singkat tanpa bantuan orang lain.
2. Siswa mampu memotong dan mengupas kabel serta memasang konektor pada kabel jaringan dengan benar tepat waktu tanpa bantuan orang lain
3. Siswa mampu memotong dan mengupas kabel serta memasang konektor pada kabel jaringan dalam waktu yang lama dengan bantuan orang lain.
4. Siswa tidak mampu memotong dan mengupas kabel serta memasang konektor pada kabel jaringan




















































2
Menguji konektivitas kabel jaringan
1.  Siswa mampu menguji konektivitas kabel jaringan dalam waktu singkat tanpa bantuan orang lain.
2.  Siswa mampu menguji konektivitas kabel jaringan tepat waktu tanpa bantuan orang lain.
3.  Siswa mampu menguji konektivitas kabel jaringan dalam waktu yang lama dengan bantuan orang lain.
4.  Siswa tidak menguji konektivitas kabel jaringan


































B.     Penilaian pemahaman konsep (kognitif)
Bentuk penilaian   : tes lisan / tulisan
Instrumen penilaian
Soal           : 
1.      Ada berapa layerkah protokol menurut referensi OSI?    Sebutkan!
2.      Sebuah Komputer memiliki IP address 134.68.5.15, apa kelas, network ID, dan host ID dari IP address tersebut?
3.      IP Address 192.168.1.0/26 apa maksudnya?
4.      Jelaskan pengertian dari jaringan komputer, LAN, MAN, WAN!
5.      Jelaskan jenis-jenis topologi jaringan yang kamu ketahui  !

Jawaban :
1.        Menurut OSI (Open System Interconnection) ada 7 layer/lapisan    protocol, yaitu:
§  Phisic layer
§  Data link layer
§  Network layer
§  Transport layer
§  Session layer
§  Presentation layer
§  Application layer
2.      IP address 134.68.5.15. Maka :
§  IP address tersebut punya kelas B (range B 128.0.xxx.xxx –   191.155.xxx.xxx)
§  Network ID = 134.68
§  Host ID = 5.15
3.      192.168.1.0/26 berarti kelas C dengan subnetmask /26,yaitu 255.255.255.192 atau            11111111.11111111.11111111.11000000

            Jadi
§  Subnet id             = 192.168.1.0
§  IP  awal   = 192.168.1.1
§  IP Akhir   = 192.168.1.62 (2y-2=26-2=62)  untuk 1 subnet
§  Broadcast = 192.168.1.63
§  Subnetmask= 255.255.255.192  
4.      Pengertian dari jaringan komputer, LAN, MAN, WAN!
a.       Jaringan computer adalah suatu rangkaian beberapa peralatan perkomputeran yg  dapat melakukan  pemakaian bersama-sama sumber  dan pertukaran informasi
b.      LAN adalah jaringan computer dlm jarak dekat seperti yg dimiliki oleh organisasi & mempunyai kecepatan komunikasi data yang tinggi
c.       MAN adalah Metropolitan Area Network pada dasarnya merupakan versi LAN yg berukuran lebih besar yg biasanya menggunakan teknologi yg sama dg LAN
d.      WAN adalah jaringan yg jangkauannya mencakup daerah geografis yg luas, seringkali mencakup Negara bahkan Dunia
5.      Jenis-jenis topologi jaringan
a)  Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.
Gambar 3. Topologi Jaringan Bus


Keuntungan
·         Hemat kabel
·         Layout kabel sederhana
·         Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
Kerugian
§  Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
§  Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
§  Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
§  Diperlukan repeater untuk jarak jauh
     b)  Topologi Token Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
Gambar 4. Topologi jaringan Token-Ring
Kelemahan dari topologi Ring : Setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring : Tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

      c)  Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB.
Keunggulan dari topologi tipe Star : dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan.
Kelemahan dari topologi Star : kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
Gambar 5. Topologi Jaringan Star
Keuntungan
§  Paling fleksibel
§  Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
§  Kontrol terpusat
§  Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan
Kerugian
§  Boros kabel
§  Perlu penanganan khusus
§  Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis



Pedoman penskoran
NO
SKOR
1
20
2
20
3
20
4
20
5
20
Jumlah
100

e.       Penilaian Sikap (Afektif)
No
Indikator yang dinilai
Skor
1
Ketepatan kehadiran dikelas
1 - 4
2
Ketepatan waktu mengumpulkan tugas
1 - 4
3
Frekwensi menjawab soal (menunjuk jari, mengomentari jawaban teman)
1 - 4
4
Sikap yang ditunjukkan saat PBM
1 - 4
5
Kerjasama dengan anggota kelompok atau dengan teman didekatnya saat menyelesaikan masalah
1 - 4

Jumlah skor maksimal
20

Nilai Akhir = Skor perolehan x 100
                                              Skor maksimal

X.      Sumber Belajar              :

§ Bahan Ajar LAN
§ Internet/website
§ Perangkat Jaringan Komputer
§ Jobsheet
§ Toolskit
§ Alat ukur





Pertemuan ke 4
TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Waktu
PEMBUKA
(Apersepsi)
§  Salam, berdo’a dan tadarus Alqur’an
§  Absensi
§  Menyampaikan judul/topic  pembelajaran serta tujuannya (setelah pembelajaran ini selesai, diharapkan kamu dapat.........)
§  Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan
·      Religius

15 mnt
INTI
& Eksplorasi
§  Memberikan informasi tentang topologi jaringan (berdasarkan fisik dan berdasarkan logikal)
& Elaborasi
§  Siswa duduk per kelompok berdasarkan kelompok yang telah ada
§  Siswa membuat jaringan Wireless menggunakan access point (topology Ad-Hoc)
§  Tanya jawab
& Konfirmasi
§  Guru memberikan penguatan dan meluruskan pendapat yang salah
·   Disiplin
·   Kerja keras
·   Jujur
·   Kreatif

175
PENUTUP
(Internalisasi dan persepsi)
§  Refleksi dan menyimpulkan pelajaran
§  Evaluasi (lisan)
·      Kreatif
10

IX.        Penilaian Hasil Belajar
A.    Penilaian Praktik (Psikomotor)
Jenis tagihan                       : Unjuk kerja
Instrumen penilaian


NO
ASPEK YANG DINILAI
INDIKATOR KEBERHASILAN

YA
TIDAK
7
8
9
1
2
3
4
5
6
7
   1
Instalasi WLAN (topologi Ad Hoc)
1.      Siswa mampu membuat topologi Add Hoc & konfigurasinya dalam kelompok waktu singkat tanpa bantuan kelompok  lain.
2.      Siswa mampu membuat topologi Add Hoc & konfigurasinya dalam kelompok tepat waktu  tanpa bantuan kelompok lain
3.      Siswa mampu membuat topologi Add Hoc & konfigurasinya dalam kelompok dalam waktu lama dengan bantuan kelompok lain.
4.      Siswa tidak mampu membuat topologi Add Hoc & konfigurasinya






































B.     Penilaian Sikap (Afektif)
No
Indikator yang dinilai
Skor
1
Ketepatan kehadiran dikelas
1 - 4
2
Ketepatan waktu mengumpulkan tugas
1 - 4
3
Frekwensi menjawab soal (menunjuk jari, mengomentari jawaban teman)
1 - 4
4
Sikap yang ditunjukkan saat PBM
1 - 4
5
Kerjasama dengan anggota kelompok atau dengan teman didekatnya saat menyelesaikan masalah
1 - 4

Jumlah skor maksimal
20

Nilai Akhir =  Skor perolehan   x 100
                                                Skor maksimal

X.      Sumber Belajar              :

§ Buku Manual Jaringan Komputer
§ http://support.dlink.com
§ Perangkat Jaringan Komputer
§ Toolkit
§ Jobsheet
Pertemuan ke 5
TAHAP
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
Waktu
PEMBUKA
(Apersepsi)
§  Salam, berdo’a, baca alqur’an
§  Menanyakan kembali pelajaran minggu lalu
§  Absensi
·      Religius

15
INTI
& Eksplorasi
§  Memberikan informasi tentang topologi jaringan (berdasarkan fisik dan berdasarkan logikal)
& Elaborasi
§  Siswa duduk per kelompok berdasarkan kelompok yang telah ada
§  Siswa membuat jaringan Wireless menggunakan access point (topology Infrastruktur)
§  Tanya jawab
& Konfirmasi
§  Guru memberikan penguatan dan meluruskan pendapat yang salah .
·   Disiplin
·   Kerja keras
·   Jujur
·   Kreatif

175
PENUTUP
(Internalisasi dan persepsi)
§  Refleksi dan menyimpulkan pelajaran
§  Evaluasi (lisan)
·      Kreatif
10
IX.        Penilaian Hasil Belajar
A.    Penilaian Praktik (Psikomotor)
Jenis tagihan                       : Unjuk kerja
Instrumen penilaian

NO
ASPEK YANG DINILAI
INDIKATOR KEBERHASILAN

YA
TIDAK
7
8
9
1
2
3
4
5
6
7
   1
Instalasi WLAN (topologi Infrastruktur)
1.      Siswa mampu membuat topologi infrastruktur & konfigurasinya dalam kelompok waktu singkat tanpa bantuan kelompok  lain.
2.      Siswa mampu membuat topologi Infrastruktur & konfigurasinya dalam kelompok tepat waktu  tanpa bantuan kelompok lain
3.      Siswa mampu membuat topologi Infrastruktur & konfigurasinya dalam kelompok dalam waktu lama dengan bantuan kelompok lain.
4.      Siswa tidak mampu membuat topologi Infrastruktur & konfigurasinya











































b.         Penilaian Sikap (Afektif)
No
Indikator yang dinilai
Skor
1
Ketepatan kehadiran dikelas
1 - 4
2
Ketepatan waktu mengumpulkan tugas
1 - 4
3
Frekwensi menjawab soal (menunjuk jari, mengomentari jawaban teman)
1 - 4
4
Sikap yang ditunjukkan saat PBM
1 - 4
5
Kerjasama dengan anggota kelompok atau dengan teman didekatnya saat menyelesaikan masalah
1 - 4

Jumlah skor maksimal
20

Nilai Akhir = Skor perolehan x 100
                                             Skor maksimal
X.      Sumber Belajar              :

§ Buku Manual Jaringan Komputer
§ Internet/website
§ Perangkat Jaringan Komputer
§ Toolkit
§ Jobsheet
§ Access Point / WiFi

Mengetahui
Kepala SMK N 1 Gunung Talang



SUHARIZMI, S.Pd
NIP. 195810221982031007

Wakil Kurikulum




Drs. ASRUL
NIP. 196209261990031003
Talang,    Januari 2014
Guru Mata Diklat




WELI YUNIARTI, S.Kom
NIP. 197606052010012005






BAB IV
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu :
  1. Model ASSURE adalah pedoman umum dalam merencanakan secara sistematis dalam menggunakan Media Pembelajaran sehingga proses pembelajaran yang dilakukan berkualitas.
  2. Model ASSURE memiliki enam langkah, dan setiap langkah saling berkaitan dan harus dilakukan secara berurutan agar proses pembelajaran yang dilakukan berkualitas
  3. Model ASSURE harus dilakukan dengan terus menerus dalam siklus atau tidak berhenti dalam satu siklus. Siklus pertama menjadi titik awal untuk memperbaiki siklus berikutnya.

      B.   SARAN
Dari kesimpulan diatas disarankan bagi guru mata pelajaran Instalasi Local Area Network (LAN) SMKN 1 Gunung Talang untuk menerapkan Model ASSURE dalam merencanakan secara sistematis dalam menggunakan Media Pembelajaran.










DAFTAR PUSTAKA

A, Wibowo & SmitDev Comm, (2010), Cara Mudah Membangun LAN : Panduan Praktis Instalasi Jaringan Komputer dalam Sehari, Jakarta: Elex Media Komputindo

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Arsyad, A. (2010). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Smaldino, Heinich, Molenda, Russel,(2012). Instructional Media and Technologies For Learning. (10th edition), New York: Macmilan Publishing Company.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar